Article Glacial


  BASE CAMP
 - Home
 - Organisasi
 -
Artikel
 -
Gallery
 -
Langit Biru
 -
Millist
 -
Pesan Glaciers
 - Forum
 -
Surveys
 

 
  Millist Glacial

 
klik disini untuk kirim artikel

klik disini untuk daftar

klik di sini untuk unsubscribe

Web Millist

 
 Arsip Berita
May 2004
May 2009
June 2009

 
 User
 
 

 

 

 

 

 

 

 

  HOT News

Tuesday, May 04, 2004
Merbabu Salah Satu Icon Glacial

Gunung bertipe strato ini berlokasi di kabupaten Magelang dan boyolali Jawa Tengah, dengan ketinggian 3142m dpl. Pendakian bisa dicapai dari desa Kopeng ,Selo, Deles, Wekas dll. Titik pendakian dari Selo merupakan juga titik pendakian untuk gunung Merapi. Gunung Merbabu merupakan gunung non aktif. Gunung akan terlihat jelas dari Kota Magelang.
Medan gunung ini terbuka dan berbukit-bukit dan juga pada awal pendakian kita banyak menemukan ladang-landang petani. Selama pendakain kita akan menemukan banyaknya pucak tipu, sebelum mencapai puncak Merbabu. (Salah satunya kita kasih nama Puncak Glacial) Kondisi gunung ini dimusim kemarau sangat kering, terkadang gunung ini terbakar dan sangat gersang, air juga susah untuk ditemukan, sebaiknya anda bertanya dahulu pada penduduk setempat, Klo bagi Glaciers pasti sudah tau waktu yang paling bagus untuk mendaki merbabu.
Jalur yang terdapat di gunung merbabu ini banyak percabangan jalan sehingga pendaki harus berhati-hati dalam menentukan jalur yang dilewatinya. Hutan gunung inipun telah banyak yang berubah fungsi menjadi ladang pertanian, hanya luasnya tidak seperti gunung Sundoro ataupun Sumbing, dan hanya beberapa punggungan saja yang merupakan ladang pertanian. Dari jalur kopeng, jalur trek nya dimulai dari lokasi perkemahan wanawisata Kopeng menuju Dusun Tekelan melewati perkebunan pinus, kebun sayuran, kebun tembakau rakyat, dan jalan desa yang bisa dilalui angkutan roda empat langsung menuju rumah kepala desa.
Lokasi mendirikan tenda yang baik (dari jalur kopeng) ada di camp II (Lempong Sampan), Camp III (Watu Gubug) dan Puncak I (antena), Bila menemukan jalur cabang dua, setelah melewati saluran air kecil (yang terkadang kering), maka sebaiknya mengikuti arah yang kanan. sebab arah kiri akan buntu di bak sumber air. Pipa saluran air yang terbentang mulai dari Dusun Tekelan sampai ke puncak (sumber mata air), dapat dijadikan pemandu jalur kearah puncak sampai pada jalur cabang dua tadi.
Disisi sebelah kiri jalur kearah puncak didominasi oleh medan jurang, sedangkan sebelah kanannya hutan tropis dan tumbuhan perdu/belukar. Dari Puncak I (Antena, 2800 m dpl), menuju puncak II (Syarif, 3142 m dpl), dan Puncak III (Kenteng Sango, 3224 m dpl), bisa ditempuh dalam waktu 1 - 2 jam. Akan tetapi, harus extra hati-hati ketika melewati punggung jurang Pundak Sapi dan Jembatan Setan pada jalur ke Puncak III. Dibawah Puncak I, tepatnya kearah jalur Puncak II, terdapat kawah yang sudah mati. Kadang-kadang disekitar kawah mati (lapangan pitik) itu terdapat sumber air yang bisa diminum. Disepanjang jalur hingga puncak tidak terdapat sumber air yang permanen ada, jadi sebaiknya bawalah bekal air yang cukup.

rado


Pilih Arsip Artikel
May 2004
May 2009
June 2009
                                                                                                webmaster | kembali ke atas   
 Right Now

 
  Save The Planet


 
  Nature Links
 

 

 

 

 
 Other Links
 - Mapala UI
 -
Wanadri
 -
Mapala Unibraw
 

 

Founded on June 2003

gladiool pencinta alam webpage
 
http://glacialweb.blogspot.com copyright © 2004
 is design by rado mcafree